Rabu, 30 November 2011

ETNOMETODOLOGI

Pendekatan etnometodologi melihat kehidupan sosial dalam kerangka penjelasan sehari-hari yang dianggap sebagai hal yang biasa saja.Tokohnya adalah Garfinkel, maksud pengembangan etnometodologi Garfinkel adalah untuk mengatasi persoalan dalam analisis Parson tentang tindakan sosial.
Istilah etnometodologi di sini tidak ada hubungannnya dengan penelitian etnografi karena yang dimaksudkan adalah menjelaskan ilmu mengenai etnometode, yakni prosedur yang membentuk penalaran sosiologi praktik. Sosiologi dan termasuk ilmuwan sosiologi harus melakukan kegiatan praktis dan yang tidak selalu saja teoretis dengan telah memiliki model di benaknya (Coulon,2003:73 dalam Rachmad K.D.S “20 Tokoh Sosiologi Modern, 2008:352). Etnometodologi : etnos → orang, methodos → metode (bagaimana orang melakukan sesuatu), logos → ilmu. Jadi secara harfiah bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu atau metode yang digunakan oleh orang biasa untuk mencipatakan keteraturan (keseimbangan) di dalam situasi tempat mereka berinteraksi (Raho, 2007:152 dalam Rachmad K.D.S “20 Tokoh Sosiologi Modern, 2008:353). Terdapat beberapa pengertian mengenai etnometodologi ini, yang dapat disimpulkan bahwa tujuan etnometodologi adalah mampu menggambarkan dan menjelaskan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari secara rasional atau memiliki metode-metode tertentu.
Manusia memiliki potensi kreatifitas, baik rasional, non rasional, teoritis maupun praktis. Apa yang diproduksi individu secara terus menerus menjadi sangattidak beraturan. Banyak keunikan individu dalam kehidupan sosialnya. Untuk menemukan kebenaran tentang tindakan-tindakan sosial yang dikembangkan oleh etnometodologi Garfinkel menguji secara induktif dengan menggunakan eksperimen-ksperimen. Dalam etnometodologi manusia melakukan refleksi terhadap tindakannya. Di dalam refleksi terdapat adanya aktivitas berpikir dan mengevaluasi diri terhadap tindakan yang dilakukan.
            Beberapa fokus kajian etnometodologi adalah sebagai berikut :
1.      Pengakuan akan jangkauan yang luar biasa terhadap sesuatu yang digunakan sebagai sumber untuk mempertahankan pengertian yang konsisten bagi kejadian-kejadian pertukaran (Giddens dan Turner, 2008:408).
2.      Objektivitas dan ketidakraguan terhadap apa yang tampak
3.      Adanya proses indeksikalitas (indexicality) → daftar istilah.
4.      Indeks menimbulkan pengertian yang dapat dipahami hanya dalam konteks sebuah situasi.
5.      Adanya proses refleksitas. Refleksitas adalah suatu sifat khas kegiatan social yang menyaratkan kehadiran sesuatu yang diamati secara bersamaan.
6.      Terjadi asas resiprositas (bolak-balik) dalam rangka menyetarakan pengertian antara peneliti dan aktor yang terlibat.
Berikut contoh-contoh kasus dalam pendekatan etnometodologi :
1.      Adat Larung Sesaji. Sebenarnya tidak ada hubungan yang erat antara upacara atau sesaji dengan berhentinya bencana. Hal ini terlihat dari meski adanya rutinitas “nglarung” tetapi bencana alam maupun sosial masih terjadi di mana-mana. Namun karena manusia memiliki refleksi, masih adanya bencana-bencana tersebut direfleksikan berbeda, seperti, mereka mengatakan pada dirinya sendiri bahwa, “Mungkin persembahan yang diberikan kurang banyak dan tak tepat waktu, sehingga ritual tersebut tidak diterima dengan baik oleh Yang Maha Kuasa”. Dari sini terlihat adanya proses berpikir dan evaluasi diri dari sang Peritual tersebut.
2.      Kasus terorisme yang terjadi pada akhir-akhir ini, para pelaku terorisme memiliki bahasa atau sandi-sandi dalam setiap aksinya. Istilah yang sering digunakan dalam aksinya yang bagi mereka diartikan sebagai jihad fi sabilillah adalah kata “pengantin”, di mana arti secara harfiah menurut kamus besar bahasa Indonesia pengantin adalah "pasangan laki-laki dan perempuan" atau orang yang menjalin suatu hubungan dalam ikatan resmi sebuah pernikahan. Namun demikian dalam kasus terorisme pengantin adalah pelaku bom bunuh tersebut. Dari pemaparan tersebut terlihat adanya pemakaian simbol-simbol yang digunakan oleh sekelompok orang tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar